“ BERTEMU SETELAH SEKIAN LAMA “

Begitulah kirannya judul cerita gue kali ini, “bertemu setelah sekian lama”  kembali gue bertemu dengan temen-temen magang gue setelah tiga bulan semenjak periode magang kami berakhir pada bulan Februari yang lalu. sebelum lanjut ke inti ceritanya gue mau cerita dulu gimana awalnya pada akhirnya kami ketemu lagi.

Berawal benar-benar jauh hari, ketika gue dan salah satu temen magang gue lagi cerita-cerita kalo ga salah sekitar bulan maret lalu, untuk diketahui aja temen gue ini panggilannya nana, persis banget kek adik sepupu gue yang masih kecil nama panggilannya. Oke singkat cerita gue dan nana ini cerita-cerita yang berujung pada gimana kalo kita ( hampir seluruh temen-temen magang ) hangout bareng deh, dan pada akhirnya kami berdua sepakat buat hangout bareng namun nana bilang kalo dia bakal diskuisiin sama temen-temennya dulu buat nentuin kapan dan kemananya.  Waktu berlalu hingga gatau gimana ceritanya seperti halnya kebiasaan anak muda jaman sekarang, “gas…gas…gas berujung wacana”. Tapi ya sudahlah gue tau mereka emang lagi pada sibuk karena udah mulai masuk dipenghujung masa kuliah, sesama mahasiswa FH pasti kebanyakan praktik di antara semester 5-6 atau bahkan 7. Sedangkan gue memang sudah melewati semester tersibuk itu jadi ya aman-aman aja.

Hingga pada akhirnya pada bulan mei lalu gue dan nana kembali merencanakan hangout bareng lagi untuk kedua kalinya, kali ini rencananya buat pergi ke Studio Alam Gamplong punyanya Hanung Bramantyo di daerah Kulon Progo, kenapa milih Gamplong karena kami sama-sama belum pernah kesana. Hingga pada akhirnya kami jadi buat jalan di tanggal 22nya bersama temen-temen yang lain ada Yovita, There, dan Dinda, namum ternyata ada perubahan tempat dikarenakan atas hasil diskusi malam sebelumnya mereka pengenya ke yang tema alam-alam gitu. yaudah kami akhirnya memutuskan buat hangout ke daerah Ratu Boko, Candi Ijo, dan Tebing Breksi. Fyi sebenernya gue udah pernah pergi ke-2 tempat kecuali tebing breksi, ketika gue dulu masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama sekitaran tahun 2015. Tapi yasudahlah yahh kan temanya hangout bareng temen, asikin aja. Dan iya gue lupa kenapa Aldy ga ada di rencana ini, ya karena dia masih ada kegiatan di Jakarta. Alhasil gue disini cowok sendiri. yaa bagi gue  itu ga masalah dikarenakan secara pribadi gue nyaman-nyaman aja sama temen-temen gue yang bakal jalan sama gue ini.

22 Mei 2022, pada awalnya kami merencanakan akan pergi sekitar jam 10 Pagi, namun ternyata salah satu teman kami Yovita masih ada acara di Gereja, untuk itu kami mendelay menjadi pukul 11.30 siang hari. Pukul 11.15 gue berangkat buat jemput mereka di kost There daerah Mrican sana. Setibanya gue di sana yap gue udah disambut oleh nana, tanpa lama-lama akhirnya kami semua berangkat ke destinasi pertama yaitu Candi Ijo, jaraknya kurang lebih sekitar 18km dari Mrican, buat ke candi ijo itu sendiri setelah kita jalan melalui jalan lintas provinsi Jogja-Solo lalu ambil kanan setibanya di Prambanan. Akses menuju candi ijo sendiri bisa dibilang cukup menantang dikarenakan Candi Ijo ini berada diatas bukit, sehingga untuk menuju kesana wisatawan harus melewati tanjakan yang sudut elevasinya cukup curam dengan menaiki kendaraan mereka sendiri. setibanya di Candi Ijo pemandangan luar biasa berhasil disuguhkan, kami bisa melihat seluruh Kota Jogja dengan sudut selebar 180°, dengan kondisi cuaca cerah namun menurut gue tidak terlalu panas terik dikarenakan angin berhembus cukup kencang diatas, dan kondisi candi saat itu juga bisa dikatergorikan sepi.

Candi Ijo berhasil membuat kami bersenang-senang, rumput yang hijau, udara sejuk, dan pemandangan yang luar biasa indah menjadi suatu komposisi liburan yang sangat menyenangkan bagi kami. Tidak lupa kami juga berswafoto diatas sana. Ada satu foto yang menurut gue bener-bener bagus banget.

Foto ini dalam pengambilan gambarnya dibantu oleh bapak-bapak asal Pekanbaru, Riau yang sedang  berlibur ke Jogja bersama dengan isterinya. Halo pak kalo bapak  baca tulisan ini, saya mau mau ngucapin terima kasih banyak pak atas bantuannya ini. Setelah berswafoto dan menikmati pemandangan sampai puas, kami memutuskan untuk kemudian lanjut ke destinasi kedua yaitu adalah Tebing Breksi, lokasinya tidak jauh dari Candi Ijo ini dikarenakan pada dasarnya menurut gue ini bisa dibilang satu kompleks karena berada pada satu tarikan garis lurus, namun hanya saja tebing breksi ini lokasinya berada dibawah Candi Ijo.

Tebing Breksi, yah ini pada dasarnya merupakan suatu site bekas tambang batu kapur yang kemudian dijadikan suatu destinasi wisata yang cukup menarik di Yogyakarta, kondisi setibanya kami disana cukup ramai orang, didominasi oleh wisatawan dari luar kota menggunakan bus pariwisata. Disini kami juga bisa menikmati pemandangan Kota Jogja dari ketinggian namun sudut tidak seluas ketika berada di candi ijo tadi, di tebing breksi ini juga kami melakukan swafoto di beberapa tempat. Setelah berswafoto kami kemudian pergi ke suatu tempat di dalam Kawasan tebing yang disitu memang ada kolam yang ditaruh ikan-ikan dan pengunjung bisa melakukan terapi secara gratis disitu, dari kami berlima satu-satunya yang masukin kakinya kedalam kolam hanya nana sendiri, katanya si nagih. Gue dan Yovita sebenernya ingin juga tapi kami memutuskan untuk tidak ikut dikarenakan kami menggunakan sepatu, dikarekan repot juga kudu copot dan ketika mau masang lagi paling ga harus nunggu kering dulu dong kaki, sementara disisi lain Dinda dan There ternyata juga enggan padahal mereka menggunakan sandal alih-alih memasukkan kaki kedalam kolam mereka justru takut, mungkin takut dicaplok sama ikan yang gede kali yaa.. fyi di dalem kolam itu ikannya campur-campur dari yang gede sampe yang kecil-kecil anakan juga ada.

Hari semakin sore matahari menyingsing ke arah timur memancarkan cahaya  yang malu-malu kepada kami karena awan mendung menutupinya, hingga desiran angin yang sudah mulai terasa dingin mengenai tubuh, kami memutuskan untuk kembali ke kota sehingga untuk pergi ke destinasi ketiga Candi Ratu Boko haruslah dibatalkan. Dalam perjalanan pulang ke kota muncul perasaan sedih dalam lubuk hati seperti “ mengapa hari ini seperti sangat cepat sekali dilalui “. Ditambah lagi dari belakang gue mendengar suara There yang mengatakan kurang lebihnya sama dengan apa yang ada dalam hati gue itu. Yah untuk mengusir rasa itu gue berinisiatif untuk mengalihkan topik dengan memutar lagu K-Pop  dari EXO, yah ternyata dinda adalah penggemar EXO dan biasnya adalah Kai. Sebelum kembali ke tempat tinggal masing-masing kami memutuskan untuk makan malam bersama di sebuah restaurant cepat saji di kawasan Sudirman, disana kami menghabiskan waktu cukup lama sembari bercerita kesana kemari. Setelah selesai makan gue kembali mengantar mereka untuk pulang di daerah mrican, dan ya tentunya perjalanan pada hari itu gue nyatakan selesai.

Begitulah guys cerita gue yang bisa gue tuliskan buat dibagiin ke kalian dalam laman blog ini, bisa dibilang ga penting juga si tapi gue banyak sekali mengucapkan terima kasih kepada kalian yang udah mau baca dari awal sampai akhir tulisan, dan gue juga mau ngucapin terima kasih banyak buat temen-temen gue Nana, Yovita, Theresia, dan Dinda atas kesan yang luar biasa seru sekali. Semoga dilain waktu kita bisa kembali bertemu mungkin buat sekedar hangout ngobrol-ngobrol atau mungkin jalan ke suatu tempat lagi.  

 

-Kato. -

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini